Tentang kami
Mulai dari 22 kursi di Sanur.
Tahun 2017 kita cuma warung 22 kursi di Jalan Danau Tamblingan yang bukanya jam tujuh pagi buat orang yang mau sarapan sebelum ke pantai. Sembilan tahun kemudian ada tiga outlet, 34 orang, dan satu dapur yang khusus ngurus acara.

Ceritanya
Nama itu bukan gaya-gayaan.
Wayan sama Rina buka Meja Bersama karena capek makan di tempat yang mejanya kecil-kecil dan lauknya dipisah per orang. Di rumah masing-masing, makan itu selalu satu meja, lauknya di tengah, semua ambil sendiri. Itu yang mau kita bawa keluar.
Jadi di ketiga outlet, meja terpanjangnya selalu ada di tengah ruangan, bukan di pojok. Menu utamanya juga ditulis buat dibagi, bukan buat dimakan sendiri. Kalau kamu datang berdua terus pesan tiga piring bersama, itu memang cara pesan yang kita harapkan.
Katering datang belakangan, dan datangnya karena diminta. Tahun 2018 ada tamu yang nanya bisa nggak masakannya dibawa ke villa buat ulang tahun bapaknya. Kita bilang bisa, padahal belum pernah. Dari satu acara 12 orang itu, sekarang jadi 412 acara dan satu dapur terpisah di Sanur yang cuma buat katering.
Yang nggak berubah: yang masak masih orang yang sama, dan kalau ada yang salah, yang telepon kamu itu Wayan atau Rina, bukan customer service.

Jalannya
Sembilan tahun, tiga outlet.
2017
Sanur buka
22 kursi di Jalan Danau Tamblingan. Buka jam tujuh pagi karena tetangga minta sarapan.
2018
Acara pertama
12 orang di sebuah villa di Sanur. Alat masaknya masih pinjam dari dapur restoran.
2019
Ubud buka
Jalan Raya Sanggingan, teras belakangnya menghadap lembah Ayung. 62 kursi.
2022
Canggu buka
Batu Bolong, 84 kursi, dan satu-satunya dapur kita yang masak babi guling.
2024
Dapur katering sendiri
Dapur terpisah di Sanur khusus acara, supaya dapur restoran nggak pernah kepakai dua-duanya.
Yang kita pegang
Tiga hal yang nggak kita tawar.
- Belanja pagi, masak hari itu
- Bumbu digiling tiap pagi di tiap outlet. Yang nggak habis hari itu nggak masuk menu besok, masuk makan siang staf.
- Harga yang bisa dibaca sekali
- Satu angka di menu, satu angka di penawaran katering. Nggak ada baris kejutan di bawah.
- Jujur soal batas kita
- Kita nggak punya sertifikat halal dan nggak pura-pura punya. Kita juga nolak acara kalau tanggalnya udah penuh.
Rekam jejak
Angkanya, apa adanya.
- 412
- acara katering sejak 2018
- 214
- private dining di villa sejak 2019
- 460
- tamu di acara terbesar kita
- 34
- orang di tiga outlet dan dapur katering
- 4,8
- rata-rata dari 1.240 ulasan Google
- 61%
- klien katering pesan lagi dalam 12 bulan
Tim
Orang yang bakal kamu ajak ngomong.
Bukan stok foto tim manajemen. Ini lima orang yang benar-benar megang dapur dan acara kamu, lengkap sama berapa lama mereka udah kerja dan apa yang mereka pegang.

Wayan Sudarsana
Head Chef, co-founder
19 tahun di dapur, 6 tahun terakhir sebelum buka sendiri di sebuah restoran fine dining di Ubud. Yang nentuin semua resep dasar dan yang mutusin menu boleh keluar atau nggak.
Kredensial
Juara 2 Bali Culinary Salon 2016 · Sertifikasi keamanan pangan HACCP

Rina Halim
Co-founder, Event Director
7 tahun jadi event manager di hotel Seminyak sebelum pindah ke sini. Semua acara di atas 100 orang dia yang pegang, dari survei lokasi sampai berdiri di belakang buffet malam itu.
Kredensial
Certified Meeting Professional · 412 acara sejak 2018

Tom Verhoeven
Executive Sous Chef, Canggu
Dari Rotterdam, 11 tahun di dapur, 5 tahun terakhir di Bali. Pegang line Canggu tiap malam dan yang paling keras kalau soal suhu penyimpanan.
Kredensial
Alumni sekolah kuliner Rotterdam · Sertifikasi keamanan pangan HACCP

Ni Kadek Ayu Pramesti
Kepala Dapur Katering
8 tahun bareng kita, mulai dari cuci piring di Sanur. Sekarang dia yang ngatur sampai 18 acara sebulan dan yang bikin jadwal produksi tiap Senin.
Kredensial
Sertifikasi keamanan pangan HACCP · Pegang 214 private dining

Bagus Aditya
Bar & Beverage Lead
Racik semua minuman non-alkohol berbasis jamu yang ada di menu, dan yang berangkat kalau acara kamu minta bartender.
Kredensial
WSET Level 2 · 6 tahun di bar hotel Nusa Dua
Mau ketemu dulu sebelum deal?
Boleh banget. Datang ke outlet mana pun, atau kita yang datang ke lokasi acara kamu kalau di Bali selatan. Nggak ada biaya buat ngobrol.